Dalam sendi kehidupan yang tulus, ternyata masih banyak orang yang ragu dalam memilih sistem hidup tertentu. Ada yang dalam kehidupannya lebih condong kepada ‘anggapan’ orang kebanyakan. Yang seperti ini biasanya lebih mementingkan reputasi dan mengakuan masyarakat dibanding hal remeh temeh lainnya.
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Ketika saya kuliah di Bandung, atmosfer serta kelembapan di sana membuat pola makan saya menjadi tidak terkontrol. Apalagi ditambah dengan beban tugas kuliah yang seabrek membuat nafsu makan menjadi liar tak terkendali. Hasilnya ya bisa ditebak, berat badan bertambah beratus kali lipat serta wajah yang benar-benar membulat. Maka darinya mengingat akan hal itu, liburan semester kali ini tidak akan saya biarkan menguap tanpa guna. Terhitung mulai dari dipostingkannya tulisan ini, program sehat edisi liburan resmi dijalankan!
Continue reading →
Selamat datang di deretan kelas IPA. Kebanyakan dari kami mengklaim bahwa kami adalah IPS, Ikatan Pemuda Sains. Kami sains dan kami menyenangkan. Kenapa kami lebih bahagia jika dianggap sebagai anak sains? karena tidak semua dari kami mampu menyatu dengan alam. Selain itu tidak semua dari kami mau tahu tentang alam. Jadi kami tidak layak berpredikat 'berpengetahuan' alam.
Setidaknya di dunia ini, ada banyak hal yang mampu menggerakan kita dalam melakukan suatu tindakan, terlepas tindakan itu baik atau buruk. Namun entah mengapa kebanyakan kita lebih cendrung untuk fokus kepada hasil akhir. Continue reading →
Dari beberapa buku psikologi dan pengembangan relasi yang pernah saya baca, kesan pertama adalah yang paling menentukan image seseorang dalam membentuk karakternya di benak orang lain. Oleh karenannya di setiap pertemuan ketika pertama kali berkenalan dengan orang lain, saya selalu berusaha untuk mencitrakan diri saya menjadi pribadi yang pendiam dan pemalu. Tapi entah kenapa, setiap rencana jaim yang saya terapkan ke teman-teman syiar, nyatanya selalu gagal berantakan.
Continue reading →
Setelah sekian lama, akhirnya kita berkumpul lagi. barengan membentuk sebuah lingkaran. perasaan agak haru mulai tersimpul. ada yang bersandar sembari merenung. ada juga yang tampaknya gelisah. sepertinya kita memang ditakdirkan untuk selalu seperti ini.
Continue reading →
Saya termasuk salah satu dari sekian banyak pembuat resolusi hidup untuk setiap tahunnya. Kami membuat resolusi tahun baru, dan mengevaluasi kehidupan kami yang senantiasa bergulir pada akhir tahun, sudah sampai dimana pencapaian kami dari resolusi yang telah dicantumkan pada tahun tahun sebelumnya? Kalau target kami tercapai, kami gembira, merasa puas, bahkan terkadang menjadi sedikit congkak. Jika tidak, kami berduka, penuh sesal dan merasa merugi. Yah sampai suatu ketika saya berpikir apakah iya orang-orang terdahulu melakukan hal yang sama seperti apa yang kami lakukan saat ini.
Continue reading →
Seketika sebuah pertanyaan ngelantur keluar dari bibir seorang akhwat saat berbincang tadi siang dalam sebuah forum ukhuwah. “Jadi apakah kita masih bisa ikhlas ketika kita telah banyak tersakiti, lalu orang yang menyakiti kita dengan gampangnya meminta maaf dan kita terpaksa memaafkan?”
Continue reading →
Langganan:
Postingan (Atom)







saya juga punya